Seniman: Ahmad Fauzan Azima
Tahun: 2024
Media: Instalasi seni dengan bahan kardus dan lampu
Ukuran: 150 x 150 x 150 cm
Karya Renjana Anvaya karya Ahmad Fauzan Azima adalah sebuah karya mengisahkan kehidupan seseorang yang rapuh dan berserakan. dimana ia duduk pasrah dengan lentera sebagai penerang, dengan kardus kardus yang berserakan dan berterbangan
Seniman: Audya Amalia
Tahun: 2024
Media: Instalasi ruang dengan rambut sintetis, ragam pita, gerabah, kursi, dan meja
Ukuran: namun ruang instalasi terlihat memenuhi satu area pameran.
Karya We sit with our grief: We mother it seniman Audya Amalia adalah sebuah karya seni yang mengisahkan seseorang yang kehilangan ibunya, dapat dilihat dari ragam pita, dan gerabah yang melambangkan ingatan mengenai ibuny, bagaimana ibunya membuat rajutan untuknya dan ia akan menjadi seorang ibu disaat besar seperti ibunya yang penuh kasih sayang
Seniman: Desy Febrianti
tahun 2023.
Media: akrilik, pasir, dan emas pada kanvas.
Ukuran: 150 x 200 cm.
Lukisan Melalui Celah Ketinggian yang Sempit karya Desy Febrianti adalah sebuah karya abstrak yang menyimpan sebuah makna. dimana meskipun kehidupan yang berantakan dan abstrak, tapi memiliki celah jalan keluar yang sulit dan penuh perjuangan untuk mendapatrkannya
Seniman batiq laiqa fatihah
Tahun:2024
Media: Arang pada kertas
Ukuran: 34 × 119 cm
Karya After Kartosuwiryo karya Batiq Laiqa Fatihah adalah sebuah karya seni lukisan menceritakan eksekusi seorang tokoh islam Indonesia Kartosuwiryo,seorang pemberontak yang brambisi menegakkan Indonesia menjadi negara Islam. tapi sayangnya ia berakhir di eksekusi dengan kepala yang ditutupi kain dengan pewarnaan yang sedih dan tragis.
Seniman: Adi Gunawan
Tahun: 2024
Media: Kayu dan cat semprot
Ukuran: 120 x 97 x 4 cm
Karya Adventure in The Backyard adalah Karya seni menceritakan Adi Gunawan yang menjelajahi belakang rumahnya. Rumah adalah tempat pertama belajar, memiliki kenangan yang tidak di lupakan, dan halaman belakang yang penuh dengan keindahan alam.Adi ingin memberi pesan menjaga keindahan alam untuk generasi yang akan datang
Seniman: Chrisna Fernand
Tahun Dibuat: 2024
Media: Cat akrilik dan asam poli pada perisai anti huru-hara polisi
Ukuran: 150 x 100 cm
Karya My Dream Chapel At Kahalu'u karya Chrisna Fernand menyampaikan kritik tajam terhadap kekerasan, ketidakadilan, dan korupsi yang melanda masyarakat. Medium utama berupa perisai anti huru-hara polisi menggambarkan aparat sebagai simbol kekerasan negara, sementara elemen visual seperti warna cerah, percikan cat, serta simbol religius mencerminkan harapan akan kedamaian. Narasi "Tonight I’m dreaming of an island far away and a chapel at Kahalu'u" menghadirkan kontras antara impian akan ketenangan dan realitas penuh konflik. Dengan karya ini, Chrisna mengajak kita merenungkan bagaimana kekuatan represif merusak nilai-nilai masyarakat dan menegaskan harapan untuk perbaikan sosial.
This site was created with the Nicepage